Abstract
Stunting tetap menjadi tantangan kesehatan nasional yang memerlukan intervensi berbasis data akurat di tingkat akar rumput. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam mendeteksi dini risiko stunting menggunakan aplikasi digital "Gema Cerdas". Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui pelatihan intensif dan pendampingan teknis selama 6 bulan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan kader sebesar 85% dalam pengukuran antropometri dan penggunaan aplikasi. Dampak signifikan terlihat pada penurunan angka loss-to-follow-up data pertumbuhan balita dari 30% menjadi 5%. Digitalisasi ini mempermudah intervensi spesifik oleh puskesmas berdasarkan data real-time.
