Abstract
Transformasi digital di sektor kesehatan tidak lagi terbatas pada sistem manajemen rumah sakit, namun mulai menyentuh layanan berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi aplikasi terintegrasi berbasis mobile dalam mendukung aktivitas kader kesehatan di Posyandu. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengamati bagaimana instrumen digital dapat mempercepat pelaporan data kesehatan ibu dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital mereduksi kesalahan administrasi sebesar 40% dan meningkatkan kecepatan intervensi data oleh Puskesmas. Namun, tantangan berupa literasi digital di kalangan kader senior dan infrastruktur internet masih menjadi hambatan utama. Studi ini menyimpulkan bahwa transformasi kesehatan digital berbasis komunitas memerlukan sinergi antara teknologi yang ramah pengguna (user-friendly) dan pendampingan berkelanjutan.
