Abstract
Transformasi kesehatan digital seringkali terhambat oleh kesenjangan literasi teknologi di wilayah perdesaan. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kesiapan masyarakat dalam menggunakan fitur telekonsultasi yang disediakan oleh puskesmas setempat. Menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 200 responden, studi ini menemukan bahwa faktor usia dan tingkat pendidikan berkorelasi signifikan terhadap kemampuan operasional aplikasi kesehatan. Hasil penelitian merekomendasikan perlunya model pendampingan "Agent of Change" berbasis pemuda desa untuk menjembatani hambatan teknis bagi kelompok lansia.
